Friday, November 30, 2007

Balada sang putri

Pada suatu waktu..hiduplah seorang putri. Putri itu bernama Putri. Dia tinggal disebuah kerajaan yang damai sentausa bernama Kerajaan Antah Berantah.


Kerajaan Antah Berantah dan salah satu dayangnya.


Putri Putri adalah seorang putri seperti kebanyakan ditemukan dikerajaan-kerajaan lainnya. Wajahnya ayu, tutur katanya lembut, perilakunya menyenangkan.. Memang dia benar-benar layak disebut sebagai seorang tuan putri, sampai-sampai namanya juga Putri. Walaupun Putri Putri adalah anak dari seorang raja, putri Putri bukanlah gadis yang berhati sombong. Jika dia menerima pujian, tak pernah lantas merasa tinggi hati. Entah darimana dia mendapatkan kerendahan hati itu.
Putri Putri juga tak mau diperlakukan seperti layaknya seorang putri kerajaan. Banyak pekerjaan rumah dia lakukan sendiri. Kamarnya yang luas itu selalu dibersihkannya sendiri. Dia juga tak pernah menyuruh dayang-dayangnya untuk mengantarkan makanan kekamarnya. Bila sedang menyuruh dayangnya pun dia tak pernah lupa menambah kata 'tolong' didepannya.
Tak heran apabila putri Putri menolak semua perilakuan istimewa dari pelayan-pelayan maupun dayang-dayangnya. Sang putri sangat dicintai oleh lingkungan kerajaan. Setiap harinya, selalu ada saja seseorang mengantarkan bingkisan untuknya. Entah itu sebuah perhiasan, gaun pesta, sepatu kaca, ataupun burung kakak tua yang sudah dilatih oleh sang pemberi sehingga dapat mengucapkan kata "putri..putri..".

Sang putri juga tak mau disekolahkan di sekolah kerajaan, dia lebih tertarik untuk bersekolah disekolah yang sama dengan rakyat jelata. Apabila putri hendak pergi kesekolah dia lebih ingin untuk diantarkan kendaraan roda tiga saja. Namanya juga kendaraan roda tiga, jadi wajar saja kalau perjalanan Sang putri menuju kesekolah sampai memakan waktu sampai berjam-jam.
Memang diNegeri Antah Berantah semakin banyak roda sebuah kendaraan, semakin tinggilah status sosial sang empunya kendaraan.


Kendaraan sang Putri menuju ke sekolah

Lain halnya dengan bangsawan-bangsawan lainnya. Mereka lebih memilih menggunakan kendaraan roda empat. Sedangkan Sang raja, orang yang paling berkuasa di Negeri Antah Berantah, menaiki kendaraan roda tak terhitung. Kendaraan itu kokoh, terbuat dari baja, kecepatannya beratus-ratus kali lipat kendaraan roda empat apalagi kendaraan roda tiganya putri Putri.


Kendaraan roda tak terhitung-nya sang Raja

Ngomong-ngomong soal sekolah Sang putri, Putri baru saja memulai tahun ajarannya disekolah itu, 3 hari lamanya. Dan satu sekolah tak ada yang tahu bahwa dia adalah anak dari seorang raja! Hanya kepala sekolah dan tukang kebun saja yang tahu. Putri tak mau mendapat perlakuan istimewa dari teman-teman atau orang-orang lingkungan sekolah. Dia juga ingin merasakan bagaimana rasanya jadi rakyat jelata. Sebenarnya, memang itulah yg dicita-citakannya sedari dia kecil; hidup sebagai orang normal.

-To be continued-

ps:weleehh..susye bener ye ngomong pake bhs resmi..wuduh2..tu lidah mpe keputer2..hihihi... putri oh putri...

No comments: