Monday, November 23, 2009

44 hari menuju Indonesia

Tuhan, Engkau tahu aku sedang menunggu hari-hari kepulanganku. Dalam malamMu, sebelum ku berangkat ke alam mimpi, kuterbayang akan rumahku nunjauh disana..

Rasanya lama sekali aku tak menjamahnya. 400 hari lebih aku tak ada disana, dan selama hari-hari itu juga aku tak melihat orang-orang yang kukasihi..tak merangkul, tak menyentuh.. Hingga kini, di tiap pejaman mataku, aku hanya bisa membayangkan mereka.. sedang apa mereka disana? apa yang mereka rasakan saat ini? aku hanya bisa berandai-andai...

Tuhan.. pabila ku mencoba untuk menggambarkan bayang Indonesia dalam benakku.. semua terasa seperti mimpi.. terasa begitu jauh dan tak tergapai.. mungkin lebih tepatnya seperti mimpi indah yang belum terjadi. Begitu lama aku tak ada disana, sehingga kian lama bayanganku akan dirimu kian pudar namun rasa dan asa ku justru semakin kuat untuk memelukmu..

Aku kangen kamu Indonesiaku!
Namun aku bersyukur selama ini rasa kangenku tak pernah menyiksaku karena aku rasa Tuhan telah menjawab doaku di-detik pertama setelah aku mengucapkannya. Sebelum aku sampai di negeri Inggris, aku berdoa supaya aku dapat menikmati waktu-waktuku dan menjalani-nya dengan mengalir (tanpa menghitung2 hari). Dan memang benar, dihari pertama setibanya di Inggris dan sampai saat ini aku menikmatinya.

Sebelum aku memesan tiket kepulanganku ke Indonesia, aku tak pernah mencoba-coba atau membayangkan bahkan menghitung hari kepulanganku.
Baru ketika aku sudah membeli tiket kepulanganku di bulan Agustus.. aku sesekali menghitung.. dan saat ini, ketika hari kepulanganku semakin dekat, aku semakin sering menghitung... jantung ini berdegup kencang setiap kali aku membayangkan tentang mimpi indahku yang semakin hari semakin menuju kenyataan!

Aku benar-benar ngga sabar Tuhan! Aku ngga sabar ingin menghirup udara Indonesia-ku lagi. Aku ngga sabar ingin merasakan panasnya udara tropis menyentuh kulitku lagi. Aku ingin merasakan kembali, untuk mata ini sejauh mata memandang, sekelilingku orang Indonesia, orang bangsa-ku sendiri.
Aku ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri, menyentuh dengan tanganku, orang-orang yang aku kasihi..
Aku ingin merasakan kembali euforia eksotisnya negeri-ku, lebih-lebih kota tercinta-ku Yogyakarta...

Aku rindu! Aku rindu sekali! Membayangkan aku akan mengalami hal-hal tersebut saja sudah cukup membuat aku tersenyum.

Terimakasih Tuhan, untuk semua rasa ini. Rasa yang kadang membuat sedikit tersiksa apa bila ku berjauhan dengannya.. namun dari situlah harapanku terus mengalir dan hidupku serasa lebih hidup..

No comments: