Hmm... begitu lagunya terdengar di telingaku.. pikiranku langsung melayang kemasa-masa itu..
Tahun 2004, masa prihatin namun tetap indah untuk dikenang..
dentingan-dentingan piano mengalun dari Piano craft pacar..
begitu bening.. mengalir seperti gemericik air..
Ah, bagaimana bisa aku gambarkan lewat tulisan ini suasana hatiku waktu itu ya?
aku merasa hidupku sewaktu itu sedang tidak berjalan dengan baik.. Aku di negara kincir angin, sedangkan keluargaku di kota gudeg Jogja sedang dilanda masalah..
Disaat kedukaan melanda keluargaku.. Aku hanya bisa berdoa.. Semoga semuanya dapat segera kembali seperti semua..
Nampaknya lagu-lagu Wibi Soerjadi sangat pas dengan suasana hatiku pada masa-masa itu..
Syahdu dan sendu.. walau begitu dalam tiap nadanya terselip keindahan demi keindahan..
Keindahan itu adalah bahwa aku masih mempunyai seseorang untuk berbagi.. Dia sediakan dia untuk aku, seseorang yang membuatku masih bisa tersenyum didalam situasi apapun. Aku merasa keindahan-keindahan tetap menantiku untuk terjadi.. Aku menikmati segala sesuatu yang panca inderaku bisa rasakan.. Dalam tiap tarikan dan hembusan nafasku, aku bersyukur... Terimakasih Tuhan untuk setiap ukiran-ukiran dalam hidupku. Ukiran itu akan selalu membekas dalam hatiku.. sampai kapanpun.
Thx to: my Jesus & pacar, piano craft & wibi soerjadi..
Semoga foto-foto dibawah dapat membantu untuk untuk menjelaskan euforia hatiku waktu itu..
Piano craft sang pacar..
No comments:
Post a Comment