Saturday, July 08, 2006

My state of Mind

Memang ketidak tegasan dan kesungkanan sudah menjadi bagian dr dalam diriku. Dan terus terang saja hal2 itu sudah sangat amat mengganggu buatku semenjak aku tinggal dinegeri ini, negeri dimana org2 indonesianya sudah tidak bersifat ke-indo-an sepenuhnya.

Disini kalau kamu tidak tegas atau sungkan2, bukannya org2 balik sungkan sama kamu, tapi yang ada kamu malah ditindas habis2an.
Tanpa ragu2 orang lain dengan seenaknya mempergunakan kamu..yah bahasa halusnya minta tolong lah, tapi minta tolongnya tanpa lihat2 situasi dan kondisi calon si penolong. Seharusnya orang yang minta tolong itu juga lihat2 dong..apakah dia benar2 membutuhkan bantuan org lain apakah kira2 org lain keberatan atau tidak dimintai tolong dan jangan sampai kita memaksa org lain untuk harus menolong dia.

Semenjak disini (diBelanda red.), disetiap aku habis menolong, ada aja getah yg aku terima..itu akibat sebenarnya aku keberatan utk menolong tp aku iya kan saja, aku ngga cukup tegas untuk menolak. Padahal si penolong kan juga punya hak untuk menolak. Dan parahnya semakin banyak orang minta tolong bukan karena benar2 butuh, tp karena ngga mau repot atau karena mau ambil enak dan nyamannya saja. Akhirnya malah jadi org lain yg repot sedangkan dianya enak2an saja.

Perumpamaan lainnya lagi seperti ini: gara2 nolongin orang yang bangunnya kesiangan, eh kita juga jadi ikut kesiangan, pdhal kita udah bela2in bangun pagi atur semua rencana biar ga kesiangan, eh gara2 dia hancur semua deh. Kita jadi ikut menanggung getahnya orang yg lalai..bukannya getah orang yg benar2 butuh. Jadi karena kelalaian atau kecerobohan atau kekurangan dia, kita jd hrs ikut menanggung getahnya.

Kalau menurutku sih..aku ngga bakal mau minta temen2 ikut menanggung getahku gara2 kelalaian aku atau gara2 kekuranganku(kemanjaan dsb)..Aku ngga mau liat temenku repot gara2 aku. Ya kalau temenku mau direpotin sih akunya thanks banget. Tapi kalau ngga mau? kita kan juga ngga berhak untuk memaksa.

Baru sekali ini aku benar2 berterus terang atau bersikap tegas thd seseorang, eh kok apesnya orangnya malah marah balik. Padahal kan aku cuma berbicara apa adanya. Aku cuma bersikap terus terang dan tegas kalau sebenarnya aku keberatan. Tapi dianya ngga terima terhadap sikap itu, malah katanya dia mau memutuskan hubungan dengan aku. Plus ngga tau lagi deh aku digosipin apa sama dia. Aku harap temen2nya ga cuma denger cerita dr satu pihak aja.

Yah namanya bersikap tegas itu butuh pengorbanan. Kalau org yg ngga terbiasa bersikap fair, pasti akan muncul sikap tak senang terhadap kita disaat kita bersikap seperti itu. Biarinlah orang itu musuhin aku, yg penting skrg aku udah jujur sama diri aku sendiri dan berani untuk berkata tidak. Aku ngga merasa salah dengan bersikap seperti ini terhadap org lain.

nb: tulisan diatas adalah "my state of mind" anda boleh berpikir sejalan dgn saya, boleh juga menentang. Yang jelas tulisan2 diatas adalah suatu kesimpulan atas pengalaman selama 3 thn hidup dinegara ini.

No comments: